Digital Jurnalistik by Tempo Institute

TANGERANG, JurnalisPelajar- Keunggulan Jurusan Digital Jurnalistik didunia pendidikan merupakan penciptaan Jurnalis  unggul yang dapat dikatakan sebagai salah satu agen perubahan zaman. Bagaimana tidak, dengan kemampuannya mengabarkan berita terkini, para jurnalis memberitakan hal-hal penting kepada masyarakat luas. Masyarakat pun kemudian mendapat informasi serta fakta-fakta yang tepat dan dibutuhkan. Informasi yang didapat ini pun dapat mengubah perilaku dan keputusan masyarakat secara menyeluruh. Inilah keunggulan para jurnalis dan media massa. Jika kamu adalah orang yang ingin menjadi agen perubahan, bekerja sebagai jurnalis dengan mengambil jurusan digital jurnalistik tentu bisa menjadi jawaban.


Lalu, mengapa sebaiknya para pelajar yang selesai di sekolah lanjutan tingkat pertama untuk melanjutkan memilih jurusan digital jurnalistik ketimbang jurusan jurnalistik biasa?. Hal ini untuk menjawab tantangan perubahan zaman. Jurnalis dan perubahan zaman merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, seorang jurnalis unggul haruslah mampu untuk beradaptasi dengan tren dan dunia yang terus berubah. Jurnalis tidak boleh statis. Seorang jurnalis dituntut untuk menjadi pribadi yang adaptif. Digital jurnalistik menjawab kebutuhan tersebut.


Di era yang serba digital, masyarakat membutuhkan pemberitaan informasi yang serba cepat dan dapat diakses melalui berbagai medium. Media sosial menjadi salah satu sumber masyarakat untuk mendapatkan berita terkini dan tercepat. Jurnalis yang baik harus mampu menangkap kebutuhan ini. Jurnalis di era digital harus mampu  juga untuk mengemas fakta dan informasi secara tepat dan layak tayang di media sosial, juga di media elektronik maupun cetak. 


Dalam mempelajari penyebaran berita melalui berbagai media komunikasi. Berbeda media, berbeda pula cara penyampaian dan pengemasan beritanya. Kabar baiknya, jurusan digital jurnalistik akan membuat kamu mempelajari seluk-beluk pemberitaan di media cetak, elektronik, hingga media sosial.


Untuk menciptakan jurnalis yang unggul perlu pendidikan vokasi program studi Digital Jurnalistik yang akan mempersiapkan pelajar dan mahasiswa untuk memproduksi konten berdasarkan kenyataan dan kebenaran dan menyebarkannya ke berbagai bentuk platform. Dengan adanya pendidikan vokasi akan mempelajari segala bentuk jurnalisme (baik dalam bentuk tulisan, audio, visual, maupun audiovisual) mulai dari proses perencanaannya, produk, publikasi, hingga pemantauan konten di media sosial.


Alumni pendidikan vokasi harus peka dengan perkembangan teknologi. Menjadi jurnalis seringkali tidak hanya berbicara soal membuat berita di media tradisional saja. Para calon jurnalis muda juga harus peka dengan perkembangan teknologi dan secara aktif mempelajari berbagai bentuk baru dari jurnalistik. Oleh karenanya, sejak duduk di bangku perkuliahan, kamu akan belajar mata kuliah-mata kuliah yang disesuaikan dengan kebutuhan industry dan perkembangan teknologi, seperti mata kuliah mobile dan social media journalism. Di mata kuliah ini, kamu akan diajar cara memanfaatkan smartphone untuk memproduksi dan menyebarkan berita melalui media sosial, untuk memberitakan fakta dan menangkis berita bohong . Yang tak kalah penting dalam era informasi yang begitu melimpah adalah bagaimana mengajarkan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang sesuai fakta dan bukan berita bohong. Jika kamu memilih jurusan digital jurnalistik, maka kamu akan mendapat  materi pelajaran  mengenai hal ini, yaitu pelajaran atau pelatihan digital factchecking. Di sini, kamu akan dibekali soal berita kebohongan (HOAKS) dan bagaimana cara mengidentifikasi berita-berita kebohongan ini.


Dari paparan di atas, pada dasarnya jurusan Digital Jurnalistik diharapkan dapat membekali dan melahirkan lulusan yang akan menjadi jurnalis paket lengkap. Dengan demikian lulusan Digital Jurnalistik akan menjadi jurnalis-jurnalis unggul yang peka akan perubahan zaman.


Menurut sebuah survey yang dipublikasikan oleh Journalism Studies pada tahun 2014, didapatkan bahwa 96% pendidik jurnalis percaya alumni pendidikan Jurnalistik penting untuk menjadi seorang jurnalis. Di sisi lain, 57% para profesional dari bidang media yang menganggap gelar  dari Jurusan Jurnalistik penting untuk menjadi seorang jurnalis. 


Dari survei di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dengan mengambil pendidikan di bidang Jurnalistik, akan memudahkan alumni lulusan jurnalistik beradaptasi di dunia jurnalistik nyata saat bekerja. Sebab, pada saat pendidikan sudah dipersiapkan dengan berbagai bahan pembelajaran yang berkaitan dengan dunia jurnalistik. Walaupun memang dunia jurnalistik bebas dimasuki oleh lulusan dari berbagai latar belakang Pendidikan lainnya, tetapi dengan lebih awal mengambil jurusan Jurnalistik akan memampukan alumni menjadi jurnalis andal di masa mendatang.


Apakah Lulusan Digital Jurnalistik harus selalu menjadi Jurnalis?. Jawabannya tidak selalu. Karena tidak hanya membekali lulusan ilmu digital jurnalisk untuk menjadi jurnalis semata.  Ada juga materi pembelajaran seperti fotografi, videografi, riset, dan bisnis yang memungkinkan lulusannya nanti bergelut di bidang lain, seperti bidang komunikasi kreatif.


Beberapa prospek karier yang dapat dijangkau lulusan Digital Jurnalistik secara keseluruhan nantinya adalah reporter, announcer, news anchor, host program, news editor, executive producer, camera persons, photojournalists, script writer, content writer, columnist, creative writer, creative production, publishers, travel blogger, dan media researcher and analyst. [***Berita Artikel-Red]


Penulis: Grace Natali| UMN News Service

Editor: Nirwan


Post a Comment